Bukan Sekedar Museum Namun Gerbang Rahasia Menuju Jantung Sriwijaya

Palembang - Lestari.News| Museum Balaputera Dewa, menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang menawarkan napak tilas sejarah Sumatra Selatan. Museum ini berlokasi di Jalan Srijaya No.1, RW 5, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Sukarami, Kota Palembang, Minggu (04/05/25).

Di antara koleksi yang ditampilkan, terdapat patung Gending Sriwijaya yang menggambarkan penari tradisional dalam prosesi penyambutan tamu kehormatan. Patung ini menjadi simbol penting dari kekayaan budaya Palembang, yang dahulu hidup dalam lingkungan kerajaan.

Tak jauh dari sana, berdiri rumah limas khas Palembang yang menjadi simbol status sosial masyarakat masa lampau. Rumah ini dilengkapi dengan tempat sirih, yang dahulu digunakan sebagai sajian penghormatan kepada tamu, serta tempat lepeh sirih, wadah untuk membuang sisa kunyahan sirih setelah disuguhkan.

Setiap sudut Museum Balaputera Dewa menyimpan cerita. Bukan hanya tentang benda-benda kuno, tetapi juga tentang nilai, tradisi, dan identitas yang tak lekang oleh zaman. Museum ini menjadi ruang perenungan, di mana warisan budaya tidak sekadar dikenang, tetapi terus dihidupkan.



  Patung Gending Sriwijaya menggambarkan penari tradisional Palembang dalam prosesi penyambutan tamu kehormatan. Busana dan gerakannya menjadi simbol kejayaan budaya Sriwijaya yang hidup dalam adat istiadat kerajaan, Minggu (4/5/2025). LestariFoto/Fitri Novitasari


Rumah limas merupakan rumah adat khas Palembang, Rumah ini mencerminkan kehidupan masyarakat Palembang masa lalu. Bangunan ini terdiri dari beberapa tingkatan lantai yang melambangkan jenjang kehormatan, Minggu (4/5/2025). LestariFoto/Fitri Novitasari


  Tempat tumbuk sirih digunakan untuk menghaluskan campuran sirih sebelum disuguhkan. Dulu, menyuguhkan sirih adalah bentuk penghormatan dalam budaya menyambut tamu, Minggu (4/5/2025). LestariFoto/Fitri Novitasari


 Tempat lepeh sirih berfungsi sebagai wadah untuk membuang sisa kunyahan sirih setelah dikonsumsi. Benda ini menjadi bagian penting dalam tata cara penyambutan tamu adat Palembang, Minggu (4/5/2025). LestariFoto/Fitri Novitasari


Reporter : Fitri Novitasari

Editor : Manda Dwi Lestari


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Palembang ke Dunia: Perjalanan Zainal Mengangkat Budaya Lokal

Melodi Dalam Bayang Penjajahan

Potret Jejak Sejarah di Tepi Musi: Museum Sultan Mahmud Badaruddin II